Mahasiswa tidak hanya bersuara, tapi
harus tegas bertindak. Menghadapi permasalahan anggaran semrawut FISIP yang
semakin disemukan oleh permainan “atas”, tidakkah membuat suatu tanda tanya
besar tentang apa yang terjadi di kampus kita. Terjadi suatu ketimpangan anggaran
dana kemahasiswaan antara draft yang baru diberikan oleh pengurus dengan anggaran
yang diperoleh mahasiswa sebelumnya. Permasalahannya, anggaran yang masih
berupa draft ini berbeda dengan anggaran sebelumnya, yang bahkan sudah tertanda
tangani dengan jelas. Jadi, mana anggaran dana yang sebenarnya? Mahasiswa tentu
saja merasa jelas dipermainkan disini. Terlihat kejangalan yang timbul dari ini
semua, adanya data yang tidak sengaja atau mungkin sengaja dimanipulasi untuk
kepentingan tertentu. Tidak adanya transparansi yang jelas diantara ke dua
belah pihak menimbulkan permasalahan baru lagi. Sebenarnya apa yang harus
ditutupi bahkan sampai disengaja membuat suatu data fiktif seperti ini.
Mahasiswa seharusnya mendapatkan kejelasan dari ini semua, bukannya semakin
dibutakan oleh para atasan dengan mengalihkan isu. Ini saatnya mahasiswa meyuarakan
suaranya dan bertindak tegas dengan tindakannya. Agar tidak selalu terhanyut
dalam arus pembodohan ini.
Jummat malam 19.09 Entah apa yang akan terjadi kedepannya. Akankah tetap seperti ini Hanya seorang penikmat drama turgi yang tetap enggan melepas makeup, demi eksistensi diri. Demi pengakuan, demi...rasa untuk hidup itu ada. Semua menjadi semu, penuh kebohongan yang telah diperbuat. Topeng yang selalu dipoles dengan dempul bernama senyuman. Topeng yang selalu menebarkan senyum... dan topeng yang terus menebal sampai menghilangkan wujud aslinya sendiri. Dia hanya ingin ada di dunia ini. Dia hanya ingin hadir diantara setiap drama yang dipentaskan. Dia hanya ingin melepas segala atributnya. Dia hanya ingin sendiri.. dan menikmati hidup tanpa harus membawa beban bernama kepalsuan. Setiap pentas yang menjadikan dirinya pemeran utama, selalu dilakoni dengan sepenuh jiwa tanpa hati, tanpa perasaan. Menghilang hanya itu yang ingin sekali dilakukannya... tetapi pentas selalu menyeretnya balik untuk menjadi pemeran utama.... yang ti...
Komentar
Posting Komentar