Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kritis

Pendhalungan, sebuah rekayasa budaya

Sebuah daerah memiliki berbagai macam budaya dan identitas masing-masing yang ditonjolkan untuk mengenalkan potensi daerah. Budaya yang ditunjukan bermuara pada proses pengenalan secara sadar dan mempengaruhi kesadaran masyarakat untuk membentuk konsensus bersama akan sebuah identitas kedaerahan. Daerah yang terkenal dengan alkulturasi budaya sangat kuat yaitu percampuran budaya antara Madura dan Jawa yang membentuk sebuah budaya baru. Kabupaten Jember salah satunya, sebuah wilayah di Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang dalam terbentuknya proses alkulturasi budaya yang kuat. Kabupaten Jember mempunyai beberapa sisi menarik untuk para masyarakat Jember khususnya memahami ulang kembali bagaimana proses dari kota Jember itu sendiri. Tidak hanya sekedar terkenal akan Jember Fashion Carnaval yang sudah mendunia ataupun pusat penelitian kopi dan kakaonya, akan tetapi masih banyak lagi keunikan yang terdapat di dalam kabupaten Jember itu sendiri. Perpaduan beberapa budaya di Jember sen...

Terjebak Angan

Hanya pemikiran rumit yang saat ini menggelayutiku. Entahlah, bertambah umur hanya bertambah kecemasan. Cemas akan hal yang tidak pasti, angan yang terbuai terlalu tinggi. Pengalihan isu dengan bertindak sebagai bukan diriku sendiri yang selalu kutampilkan. Aku hanya terjebak angan, yang entah kapan akan terwujud. Angan ini akan membawaku ke arah mana? Apa maju atau mundur, atau hanya malah diam di tempat. Aku mempunyai zona nyaman untuk selalu terjebak dalam angan tak pasti. Andaikan aku keluar dari zona ini akankah aku kuat, bukan, akankah aku mau? Semua hal itu belum pasti. Ini adalah hidupku untuk menentukan kemana anganku. Terlalu banyak pikiran yang belum tentu aku harus pikirkan. Haruskah aku selalu tersenyum diatas semua kebimbangan ini? Terjebak angan yang entah apakah akan membawaku melambung tinggi atau terhempas jatuh. Semua butuh percobaan. Percobaan yang tiada henti dengan tetap menunjukkan drama turgi yang aku selalu mainkan. Kamis malam, 8 Maret 2018

Kanan dan Kiri

Ketika tidak ada lagi tengah Ketika semua dipisahkan oleh kanan dan kiri Ketika kanan dan kiri tersebut bersebrangan Ketika semua batasan menjadi terbaur Ketika batasan itu mulai kehilangan makna Maka semua akan hilang

Penangulangan Plagiat di Kalangan Pelajar

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1     Latar   Belakang   Perilaku plagiat sudah marak sekarang ini, khususnya di kalangan civitas academica. Sudah banyak contoh kasus yang terjadi berhubungan dengan seputar plagiat itu sendiri dan tentu saja pelakunya menyeret dari kalangan akademis tersebut.. Tentu saja ini menjadi suatu ironi bagi bangsa ini. Para kalangan akademis yang akan menjadi tulang punggung bagi bangsa ini, sudah tercorengkan dengan perilaku plagiat yang semakin merajalela seiring dengan berkembangnya jaman saat ini. Bahkan bukan hanya para kalangan mahasiswa saja yang melakukan aksi plagiat, tetapi para guru besarpun yang sudah menyandang status juga melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas plagiat sudah menjadi turunan kebiasaan bagi bangsa ini.

Status Sosial Rendah Buruh Fiktif

Status sosial di mata masyarakat, mungkin biasa dinilai dari pekerjaan, pendidikan, dan pengaruh mereka di masyarakat. Semua kedudukan sosial bisa di prediksikan akan masuk ke dalam suatu kelas. Kelas atas atau kelas bawah (kelas rendah) yang akan di labelkan oleh para pelaku sosial yang lain. Pembagian kelas social tersebut seringkali menjadi permasalahan dalam kehidupan social baik secara kelompok ataupun individu. Terutama untuk para pemegang status rendah. Dengan meminjam istilah Karl Marx, di dalam bukunya “ The Communist Manifest” menyebutkan bahwa pembagian kerja dalam kapitalisme dibedakan menjadi 2 yaitu kaum borjuis dan kaum proletariat.

Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial. Apa yang kamu ketahui tentang itu? Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana kesenjangan social yang berlangsung saat ini? Atau mungkin kamu mengalami sendiri kesenjangan sosial itu? Apakah definisi dari kesenjangan social? Kenapa juga dalam hidup ini harus ada kesenjangan social yang bahkan terlihat mencolok di lingkungan kita saat ini. Apa itu karena perubaham jaman yang terjadi saat ini atau memang sudah kenyataan yang harus ditelan sedari dulu. Kesenjangan social   termasuk sebuah bencanakah?

Speak Your Mind Now!

Mahasiswa tidak hanya bersuara, tapi harus tegas bertindak. Menghadapi permasalahan anggaran semrawut FISIP yang semakin disemukan oleh permainan “atas”, tidakkah membuat suatu tanda tanya besar tentang apa yang terjadi di kampus kita. Terjadi suatu ketimpangan anggaran dana kemahasiswaan antara draft yang baru diberikan oleh pengurus dengan anggaran yang diperoleh mahasiswa sebelumnya. Permasalahannya, anggaran yang masih berupa draft ini berbeda dengan anggaran sebelumnya, yang bahkan sudah tertanda tangani dengan jelas. Jadi, mana anggaran dana yang sebenarnya? Mahasiswa tentu saja merasa jelas dipermainkan disini. Terlihat kejangalan yang timbul dari ini semua, adanya data yang tidak sengaja atau mungkin sengaja dimanipulasi untuk kepentingan tertentu. Tidak adanya transparansi yang jelas diantara ke dua belah pihak menimbulkan permasalahan baru lagi. Sebenarnya apa yang harus ditutupi bahkan sampai disengaja membuat suatu data fiktif seperti ini. Mahasiswa seharusnya menda...

Narkoba dan Realita Sosial

Narkoba dan Realita Sosial Membicarakan narkoba sudah pasti   terbayang ekspetasi dalam benak kita sesuatu yang buruk dan selalu berdampak negatif. Itu semua sudah ada dalam pikiran bahkan alam bawah sadarnya, begitu juga dengan pelaku ketergantungan narkoba tersebut. Secara tidak langsung kita mengklaim bahwa narkoba baik pemakai atau pengedarnya pun sama-sama buruknya baik itu dari segi apapun. Pelabelan ini berdampak langsung terhadap   realita sosial yang terjadi saat ini, baik itu para pengguna narkoba mulai dari kalangan remaja, artis ibukota, sampai para petinggi kekuasaan.

Hari Peringatan : Antara ada dan tiada. (ESCAPE November 2012)

Antara ada dan tiada. Mungkin seperti judul lagu yang sempat dipopulerkan oleh grup band Utopia, tapi itu adalah kenyataan yang terlihat sekarang. Hari peringatan hanya sebagai suatu tanda yang tertera di kalender untuk saat ini, tanpa pernah dan tak tahu kapan akan tertera di hati. Semua saat ini diibaratkan hanyalah sebagai simbol pelengkap saja, tidak ada pemisahan yang jelas antara penanda dan petanda. Mungkin untuk memahami semua tanda ini, kita harus bersemiotika dahulu dan menemukan tanda dibalik semua makna yang menjadi objek.